fbpx

Mengelola Emosi dengan Anger Management, Ini yang Perlu Anda Tahu

Apakah Anda termasuk orang yang gampang marah atau punya emosi yang meledak-ledak? Sebelum amarah tersebut mengendalikan diri Anda, cobalah anger management untuk mengelola ledakan emosi yang kerap dirasakan, sebelum itu menimbulkan banyak masalah dalam hidup Anda.

anger management mengendalikan emosi di jalan raya

Rasa marah adalah emosi yang normal dirasakan banyak orang. Umumnya, emosi ini muncul sebagai respons jika merasa terancam. Selain itu, tanpa disadari, rasa sedih, kesepian, atau takut juga dapat memicu amarah.

Meski marah adalah emosi normal, tetapi jika ledakan amarah tidak terkontrol dengan baik, maka buncahan emosi tersebut malah dapat merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

Supaya mampu mengendalikan amarah dengan baik, sebaiknya kenali tanda-tanda marah terlebih dulu. Dari segi fisik, seseorang bisa merasa berdebar-debar, bernapas cepat, tubuh terasa tegang dan kaku, merasa panas dan berkeringat, dan sebagainya. Dari segi psikis, seseorang yang merasa marah dapat merasa tegang, tidak bisa relaks, mudah kesal, atau merasa dipermalukan.

Bila muncul tanda-tanda tersebut, waspadalah dan siapkan diri untuk mengelola gejolak amarah tersebut.

Foto disadur dari cinta mobil

Emosi diketahui merupakan reaksi terhadap rangsangan dari dalam dan luar diri seseorang. Melalui emosi, manusia bisa merasakan gembira dan berubah menjadi marah. Jika Anda kurang bisa mengendalikan emosi maka akan cepat marah.

Stress adalah penyebab paling umum seseorang menjadi mudah emosi atau marah. Kondisi ini bisa diakibatkan lingkungan sekitar, kegiatan sehari-hari, lingkungan kerja dan lainnya yang secara terus menerus memberi tekanan.

Untuk mengatasinya, ketahui lebih dulu penyebab stres yang sedang dialami.

“Sebagai pengendara yang baik harus mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar-dasar berkendara yang mengacu kepada standar keselamatan berkendara. Seperti harus sehat mental dan jasmani (physical and mentally readiness) dan selalu berpikiran positif (positif thinking),” kata Wijaya Kusuma S, Director ORD Training .

Seorang pengendara defensif, sebelum berkendara harus mempunyai persiapan fisik dan mental yang baik . Fisik tentunya tidak terpengaruh dengan obat obatan, tidak dalam keadaan sakit, mental tentunya tidak terpengaruh oleh masalah yang dihadapi. Dikuasai rasa marah karena pencetus marah ditempat lain. Nah , bila terjebak macet Anda tidak mudah terprovokasi oleh keadaan lingkungan di luar kendaraan.

Kadang kita terprovokasi namun adalah kewajiban anda untuk mempertahankan suasana hati, tidak egois, dan berbagi dengan pengguna jalan lain.  Dengan berpikiran dan bersikap positif, sabar dan selalu berusaha untuk dapat melaksanakan apa yang disebut dengan 4A (awareness, alertness, attitude, anticipation).

Hal yang paling penting yaitu selalu mengedepankan rencana perjalanan yang baik dan mengatur pikiran Anda (mind set), agar tidak mudah terpengaruh oleh situasi atau keadaan di luar kendaraan.

Safety ! No compromise

Please follow and like us:
X